Langsung ke konten utama

Postingan

Pahlawan Tak Terkenal

Hari Pahlawan merupakan hari peringatan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan dan pejuang yang telah mengabdikan hidupnya demi tetap utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam peringatan hari pahlawan biasanya dilakukan upacara bendera merah putih yang identik dengan 60 detik heningkan cipta. Tidak banyak dari generasi penerus bangsa mampu mengaplikasikan makna dari peringatan hari pahlawan, dan banyak pula penerus bangsa yang awam akan nama- nama Pahlawan Nasional Indonesia. Pemahaman tentang besarnya pengorbanan pahlawan yang telah berjuang titik darah penghabisan demi merebut Negara Indonesia tercinta dari tangan penjajah sangatlah minim. Ironis kalau melihat anak generasi bangsa jaman sekarang, pegangannya algoritma mesin canggih tapi nama pahlawan saja tidak mengerti. Apalagi pengetahuan tentang sejarah pengorbanan apa yang dilakukan para Pahlawan Nasional demi negeri ini. Indonesia memiliki banyak Pahlawan Nasional dari berbagai daerah, bukan hanya pahlawan ya...

PUISI: TEDUHNYA HATI

15 MENIT SAJA Dalam sehari ada 24 jam Berbagai macam di habiskan Dari aktif sampai pasif Kegiatan habis dipakai Lupa akan hal sepele nan bermakna Entah lupa atau melupakan Tidak peduli siapa sedari dulu menyangga Niatan menengokpun hampa Haruskah diingatkan Masa dimana ketika banyak badai menerpa, menerjang, melanda Sesibukkah itu sampai lupa Hampir 18 jam kau gunakan kerja Yang dirumah hanya butuh kehadiran Bukan kegemilangan, juga bukan keuangan  Hanya dibutuhkan 15 menit saja dari kesibukanmu Meluangkan waktu tuk sekedar bersapa, bertanya kabar Tidakkah duniawi cukup untuk sebuah kebahagiaan? Kalau tanpa dilandasi kasih sayang dan perhatian NALURIKU Berbisik dalam hati Menyuarakan kebenaran hakiki Yang takkan tertandingi Selalu benar apa yang ku ingin Rasanya kayak punya teman sejati Disaat tak bisa kuungkap Sesuatu dalam jiwa Naluriku jadi tempat sembunyi Menemani hariku yang sepi Ulfatul Khabibah

PUISI: ASMARA

KESEMPATAN KEDUA Diam meratapi kisah klasik hidup Gundah jalani skenario yang datangkan gugup Jadinya apa, apakah tak satupun kesempatan Runtukkan pertahanan yang selama ini tersimpan Berilah kesempatan kedua Tuk tak lagi mendua Jalani semua sampai menua Bahagia bersama nestapa jua Tetapkan hati dan pikiran Hingga akhir hayat Ulfatul Khabibah Sabtu pagi, Surakarta 10 Februari 2018

PUISI: ASMARA KOSONG

Can we be friends? Kau bawa aku dalam tawa Kau tepuk aku dalam mahkota Kau buat aku gundah Kau jadikan semua makna sirat Entah maksud ini apa Aku tak berpikiran meluas Harapanku kau pun tak jua Perasaan lebih itu yang membuat semua pecah Tak ada satu pun kesatuan yang tersisa   Kalau ada itu hanya sebuah kata Bisa hilang kapan saja Keputusan harus ku ambil Bisa jadi   hasilnya perih Dan perasaan itu menghampiri   Akan semua yang ditakutkan terjadi Alhasil ketakutan itu terbukti Semua yang telah terjadi takkan terulang Hilang layaknya debu beterbangan   Kenangan punah mengikuti zaman Ulfatul Khabibah 261117

Kita sama Kita satu

Akhir akhir ini marak pemberitaan tentang tindakan  bullying , baik dilakukan kalangan remaja maupun anak dibawah umur. Penanaman sikap yang toleransi yang menjadi sasaran utama karena kurangnya perhatian orang tua terhadap anak, yang jarang sekali anak sekarang diperhatikan dengan sebaik baiknya, seharusnya sebagai orang tua hendaknya kita coba jadi sahabat atau teman bagi anak. Dengan begitu anak bisa dengan leluasa bercerita apa masalah yang dialami, apa yang dirasakan saat itu, jadi kalo toh anak itu cerita dia telah menyakiti orang lain. Jangan langsung dimarahi itu akan membuat dia semakin menjadi jadi, alangkan baiknya di beri nasihat, di beri penjelasan kalo perbuatan itu kagak baik. Lama kelamaan dia akan mengerti apa yang dilakukan selama ini salah. Mungkin itu sebab kecil yang sering membuat persatuan negeri ini goyah, intoleransi yang sangat melekat pada diri seseorang. Tak mau menerima perbedaan antara golongan satu dengan lainnya. Teringat sebuah syair p...

Sajak Keabsurd-an

KOPI DAN EARPHONE   Satu dengan dengan dua Garpu dengan sendok Buku dengan bolpoin  Aku dengan kamu Itulah satuan yang tak terpisah Saling membutuhkan demi kelangsungan  Menyatu dalam kegunaan  Membuat yang lain iri Layaknya kopi dan earphone Mereka tak bisa disatukan Tapi demi kenikmatan hakiki Rintangan air panas diarungi Akhirnya terbayar sudah Pengorbanan akan kesatuan  Kini mereka disatukan oleh ruang dan waktu Dalam meheningan sesaat Ulfatul Khabibah  Sukoharjo, 201117

Gokilologi Alam

Pernahkan kalian terbesit akan persahabatan seekor semut dan cecak? Wah pastinya kagaklah, orang aneh aja yang nanya kayak gituan Tapi emang ada realitas nya kalo cecak dan semut itu berteman. Kemaren aku pernah mergokin mereka sedang saling berpijat pihatan ria, cecak awalnya tak mau tapi apalah daya cecak takut kalo semut menggelitikin kakinya. Cecak memijit di daerah pundak semut, ternyata pundak semut dengan perutnya menyatu. Cecak jadi bingung apa yang harus dia lakukan, akhirnya dia memutuskan untuk memijit di daerah perut sang sahabat yang di olesi balsem. Tak terduga ternyata semut sedang mengandung, sebagai sahabat sang cecak syok tak tertolong akan peristiwa yang melanda sahabat karib nya itu. Dengan ekspresi Memberanikan diri tuk bertanya siapakah yang telah mengisi nya. Alhasil semut tertawa ngakak, sedang cecak bingung setengah mati. Lalu semut menjelasin kepada cecak bahwasanya itu ulah sahabatnya sendiri. Ternyata peristiwa tersebut di akibatkan karena minggu la...